headermask image

header image

28 TANYA JAWAB SEPUTAR PUASA, TARAWIH & I’TIKAF BERSAMA AL-IMAM ABDUL AZIZ BIN BAZ RAHIMAHULLAH

Perbedaan Bantahan Terhadap Ahlul Bida’ Dan Ahlus Sunnah

بسم الله الرحمن الرحيم Asy-Syaikh Muhammad Al-Imam hafizhahullah berkata dalam kitab “Al-Ibanah ‘An Kaifiyah At-ta’amul Ma’ Al-Khilaf Baina Ahli As-Sunnah Wa Al-Jama’ah” halaman 47-49: Perbedaan [...]

Lemahnya Hadits : Siapa yang berbuka satu hari dalam ramadhan dengan sengaja maka dia tidak mampu menggantinya walaupun berpuasa sepanjang masa

25. Pembahasan I’tikaf (Ringkas)

A

Tiba Juga Saatnya Tuk Mudik

A

Download Dua Buah Ebook Seputar Ramadhan.pdf

Lemahnya Hadits : “Awal bulan Ramadhan adalah rahmat, tengahnya adalah pengampunan dan akhirnya adalah pembebasan dari neraka”

Software: Bantahan Khusus untuk Muhammad Hassan Al-Mishri dan Abu Ishaq Al-Huwaini

A

3 Orang yang Diseret ke Neraka

Pada hari kiamat nanti, dihadirkan seorang laki-laki yang mati dalam peperangan fii sabilillah (di jalan Alloh). Kemudian diperlihatkan kepadanya nikmat-nikmat Alloh hingga ia mengakuinya. Selanjutnya ia ditanya, "Apa yang telah engkau perbuat di dunia?" Ia menjawab, "Aku telah berperang demi Engkau (Alloh) hingga aku terbunuh."

Alloh berkata, "Bohong! Engkau berperang bukan karena Aku, tapi supaya engkau disebut pahlawan. Kini gelar itu telah engkau peroleh." Lalu orang itu diseret ke neraka dengan wajah tersungkur.


Kemudian didatangkan orang yang kedua, yaitu seorang laki-laki yang sering membaca Al Qur'an, rajin menuntut ilmu, dan senantiasa mengajarkan pengetahuannya kepada orang lain. Lalu dia ditanya, "Apa yang telah engkau kerjakan (selama hidup di dunia)?" Dia menjawab, "Aku mempelajari berbagai ilmu dan mengajarkannya kepada orang lain, dan aku juga sering membaca Al Qur'an karena-Mu."

Alloh menjawab, "Bohong! Engkau belajar dan mengajar bukan karena-Aku. Bacaan Al Qur'anmu juga bukan karena-Aku. Engkau belajar dan mengajar agar dikatakan pintar dan 'alim. Kini sebutan itu telah engkau peroleh. Bacaan Al Qur'anmu juga bukan karena-Aku, tetapi agar engkau diberi gelar Qori'. Itu telah engkau raih." Akhirnya ia juga diseret ke neraka dengan wajah tersungkur. 

Kemudian dihadirkan orang ketiga. Yaitu laki-laki yang diberi kelapangan hidup dan berbagai jenis harta kekayaan. Kemudian diperlihatkan kepadanya nikmat-nikmat Alloh hingga ia mengakuinya. Lantas ia ditanya, "Apa yang telah engkau lakukan?" "Aku telah menginfakkan seluruh hartaku di jalan yang Engkau sukai dan semuanya karena-Mu." Jawabnya. Alloh berkata, "Bohong! Engkau melakukan itu agar dikatakan dermawan. Dan itu telah engkau peroleh." Akhirnya, dengan wajah tersungkur dia juga diseret ke neraka. 

(Sumber: Hadits Abu Hurairah Riwayat Muslim No. 1905). 

Itulah akibat dari amalan yang tidak ikhlas, pelakunya tidak mendapat manfaat dari amalannya bahkan mendapat adzab yang sangat pedih. 
Oleh karena itu, hendaknya kita menjaga amal kita agar selalu ikhlas dan sesuai dengan sunnah Rosululloh Shollallohu 'Alaihi Wa Sallam. 

Diambil dari buku Kisah-Kisah Pilihan untuk Anak Muslim karya Ummu Usamah 'Aliyyah dan Ummu Mu'adz Rofi'ah. Penerbit Darul Ilmi Yogyakarta. 

Ujian Bagi Si Belang, Si Botak, dan Si Buta

Dahulu, hidup tiga orang dari Bani Israil. Mereka adalah si Belang (karena sakit lepra), si Botak, dan si Buta. Alloh ingin menguji mereka. 

Maka diutuslah malaikat dalam wujud manusia. Malaikat itu datang kepada si Belang dan bertanya, "Apa yang paling engkau inginkan?"

Si Belang menjawab, "Kulit yang bagus, rupa yang indah, serta hilang penyakit yang menyebabkan orang-orang jijik kepadaku." Maka malaikat itu mengusap di Belang. Seketika itu hilanglah penyakitnya, berganti dengan rupa yang indah dan kulit yang bagus.
Kemudian malaikat itu bertanya lagi, "Harta apakah yang paling engkau sukai?" Ia menjawab, "Unta." Maka si Belang diberi seekor unta yang sedang bunting, sambil didoakan, "Barokallohu laka fiiha." (Semoga Alloh memberkahinya untukmu). 

Kemudian malaikat itu datang kepada si Botak. Ditanyakan kepadanya, "Apa yang paling engkau inginkan?" Si Botak menjawab, "Rambut yang bagus serta hilang penyakit yang menyebabkan aku dihina di hadapan manusia."

Malaikat itu lalu mengusap si Botak, Seketika itu tumbuhlah rambut yang bagus. Lalu si Botak ditanya lagi, "Harta apakah yang paling engkau sukai?" "Sapi." Jawabnya. Maka si Botak diberi seekor sapi yang sedang bunting sambil didoakan. "Barokallohu laka fiiha."

Akhirnya, malaikat itu sampai kepada si Buta. Ia menanyakan hal yang sama kepada si Buta, seperti pertanyaan kepda si Belang dan si Botak. Si Buta menjawab, "Aku ingin agar Alloh mengembalikan penglihatanku sehingga aku dapat melihat orang-orang."

Malaikat itu lalu mengusap si Buta sehingga ia dapat melihat kembali. Dan ia menginginkan kambing, dan ia diberi kambing yang sedang bunting. 

Lama kelamaan, unta, sapi, dan kambing itu berkembang biak memenuhi tempatnya masing-masing. Datanglah malaikat tadi kepada si Belang dalam bentuk seorang miskin, seperti keadaan si Belang dahulu. Malaikat itu berkata, "Aku seorang yang miskin. Aku kehabisan bekal dalam perjalanan. Aku tidak dapat melanjutkan perjalanan hari ini kecuali dengan pertolongan Alloh kemudian bantuanmu. Maka dengan nama Alloh yang telah memberimu rupa yang indah, kulit yang bagus serta harta kekayaan, aku meminta seekor unta saja untuk meneruskan perjalananku."

Si Belang berkata, "Hak-hak yang harus kuberi masih banyak." Malaikat itu lantas berkata, "Sepertinya aku pernah mengenalmu. Bukankah engkau dulu adalah orang yang sakit belang dan manusia jijik kepadamu? Dan bukankah engkau dahulu seorang yang miskin kemudian Alloh memberimu kekayaan?"

Si Belang menjawab, "Sesungguhnya aku mendapatkannya dari nenek moyangku." Malaikat itu berkata lagi, "Jika engkau berdusta, semoga Alloh menjadikanmu seperti semula!"

Demikian pula kesombongan si Botak ketika malaikat itu mendatanginya. Dia menjawab seperti jawaban si Belang. Sehingga dia didoanak juga seperti si Belang. 

Akhirnya, malaikat itu sampai ke tempat si Buta. Dia juga menyerupai keadaan si Buta dulu. Malaikat itu berkata seperti perkataannya kepada si Belang dan si Botak. Si Buta berkata, "Aku dulu adalah orang yang buta, kemudian Alloh mengembalikan penglihatanku. Maka ambillah apa yang kau inginkan dan tinggalkan apa yang tidak kau sukai! Demi Alloh, sekarang aku tidak ingin menyulitkanmu sebab sesuatu yang engkau ambil karena Alloh."

Malaikat itu berkata, "Peliharalah harta kekayaanmu! Sebenarnya engkau hanya diuji. Allah benar-benar ridha terhadapmu. Dan Alloh telah murka kepada kedua temanmu."

(Diceritakan kembali dari Hadits Abu Hurairah riwayat Al Bukhari No. 3277 dan Muslim No. 2964)

Diambil dari buku Kisah-Kisah Pilihan untuk Anak Muslim karya Ummu Usamah 'Aliyyah dan Ummu Mu'adz Rofi'ah. Penerbit Darul Ilmi Yogyakarta. 

Apakah hukum orang yang tidur sepanjang siang hari dibulan Ramadhan, ia tidak bangun kecuali ketika saat berbuka ?

Hukum Menggunakan Kateter Arteri dan Urin, Tablet Vaginal & Suppositoria (Obat/Pencahar) : Apakah Membatalkan Puasa ?

Pasukan Khondak dan Periuk Makanan

Khondaq adalah parit yang dalam danlebar. Parit itu digali di sekeliling kota Madinah agar musuh terhalang untuk masuk. Cara perang dengan menggali parit ini dilakukan atas usulan Salman Al Farisi. Karena itulah perang melawan orang Musyrikin Quraisy dan sekutunya dinamakan perang Khondaq. 

Tersebutlah kisah, dari Jabir bin 'Abdillah. Ia menggali parit bersama para sahabat dari kalangan Muhajirin dan Anshar. Mereka saling bantu menggali parit itu, meski dalam keadaan lapar sekalipun. Pada suatu waktu, Jabir bin Abdillah dan sahabat lainnya mendapatkan tanah yang keras sekali. Mereka tidak bisa menggalinya.



Kemudian para sahabat datang kepada Nabi Shollallohu 'Alaihi Wa Sallam dan berkata, "Ini tanah yang sangat keras dan tidak bisa digali sebagai parit. " Maka Nabi Shollallohu 'Alaihi Wa Sallam bersabda, "Aku yang akan menggalinya." Lantas beliau bangkit, sementara saat itu perutnya diikat dan diganjal batu karena sudah 3 hari tidak makan makanan sama sekali. Lalu Rosululloh Shollallohu 'Alaihi Wa Sallam mengambil cangkul dan mengayunkannya. Maka hancurlah tanah keras itu hingga menjadi pasir yang berhamburan.

Melihat Rosululloh Shollallohu 'Alaihi Wa Sallam sangat lapar, Jabir bin 'Abdillah meminta izin untuk pulang. Sesampainya di rumah, ia bertanya kepada istrinya, "Aku melihat Nabi Shollallohu 'Alaihi Wa Sallam sangat lapar, apakah kamu mempunyai makanan?" Istrinya menjawab, "Ada sedikit gandum dan seekor anak kambing betina."

Maka  Jabir bin 'Abdillah segera menyembelih anak kambing itu dan memotong-motong dagingnya. Kemudian daging anak kambing itu dimasukkan ke dalam periuk dari batu. Setelah itu Jabir menumbuk gandum dan dijadikan adonan roti. Lalu adonan roti itu pun dimasak ke dalam perapian. Ketika makanan itu hampir matang, Jabir kembali kepada Rosululloh Shollallohu 'Alaihi Wa Sallam dan berkata, "Wahai Rosululloh, aku mempunyai sedikit makanan. Maka datanglah bersama satu atau dua orang saja."

Rosululloh Shollallohu 'Alaihi Wa Sallam lalu bertanya, "Berapa banyak makanan itu?" Jabir menjawab seperti yang ia masak.

Kemudian beliau bersabda, "Cukup banyak lagi baik. Katakan pada istrimu jangan mengangkat periuk dan roti itu dari perapian hingga aku datang!"

Beliau lalu bersabda kepada para sahabat, "Wahai para sahabatku, bangkitlah! Mari ikut bersamaku." Maka para sahabat Muhajirin dan Anshar datang ke rumah  Jabir bin 'Abdillah.

Mengetahui yang datang ke rumahnya sangat banyak, Jabir merasa khawatir karena masakannya tidak mencukupi untuk semua pasukan Khondaq. Ia segera menemui istrinya dan berkata, "Celaka! Rosululloh datang bersama sahabatnya Muhajirin dan Anshar."

"Apakah Rosululloh telah menanyakan banyaknya makanan yang kita siapkan?" tanya Istrinya. "Ya." jawab  Jabir bin 'Abdillah.

Tibalah Rosululloh Sholallohu 'Alaihi Wa Sallam bersama para sahabat ke rumah Jabir. Beliau bersabda kepada para sahabat, "Masuklah kalian dan jangan berdesak-desakan!"

Beliau kemudian memotong roti dan meletakkans sepotong daging padanya. Beliau menutup kembali periuk dan tempat perapian roti setiap kali selesai mengambil daging dan roti. Lalu beliau menghidangkannya kepada para sahabatnya dan berlalu.

Demikianlah hal itu dilakukan oleh Rosululloh Shollallohu 'Alaihi Wa Sallam berulang-ulang hingga para sahabat merasa kenyang. Setelah merasan kenyang, kembalilah mereka ke tempat penggalian parit. Jumlah mereka waktu itu 1.000 orang. Sedangkan dalam periuk masih tersisa masakan seperti semula. Begitu pula roti yang tersisa masih seperti semula.

Kemudian Rosululloh Shollallohu 'Alaihi Wa Sallam bersabda kepada istri  Jabir bin 'Abdillah, "Makanlah kamu dan bagi-bagikan kepada orang-orang, karena mereka sedang ditimpa kelaparan!"

(Diceritakan kembali dari Hadits  Jabir bin 'Abdillah riwayat Al Bukhari No. 3875-3876 dan Muslim No. 2039).

Diambil dari buku Kisah-Kisah Pilihan untuk Anak Muslim. Ummu Usamah 'Aliyyah dan Ummu Mu'adz Rofi'ah. Penerbit Darul Ilmi Yogyakarta.


Hukum Wanita Shalat Tarawih di Masjid

assalamualaikum,,, afwan saya mau bertanya mengenai shalat tarawih yang lebih baik dikerjakan oleh wanita dengan berjamaah di Masjid atau di rumah?? jazakummulloh khoiron atas penjelasan rakaat tarawih nya. dora…@yahoo.co.id Jawab: Wa’alaikumussalam warahmatullah. Masalah serupa juga pernah ditanyakan kepada Asy-Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin Baz rahimahullah, beliau pernah ditanya: Banyak orang membicarakan (mempermasalahkan) tentang shalat tahajjud dan [...]

Kajian Intensif di Bulan Ramadhan

A