headermask image

header image

Produk Spesial Kalender Islami 1431 Hijriyah (Desain Lengkap)

Insya Allah melengkapi nuansa Islami di dalam hidup anda menjelang 1431 H, kembali kami hadirkan produk spesial Kalender Islami 1431 [...]

Lembaran Bermanfaat tuk Tabungan Akhirat: Donasi Pembangunan Madrasah

PEMBANGUNAN TAHAP II MADRASAH DARUSSUNNAH YOGYAKARTA Sesungguhnya segala puji (hanyalah) bagi Allah, Kami memujiNya, kami memohon pertolongan kepadaNya, dan kami memohon [...]

Biografi singkat Asy-Syaikh Muhammad bin Ghalib

Biografi Asy-Syaikh Muhammad bin Ghalib

Biodata beliau:

1. Nama : Muhammad bin Ghalib Hassan Al-’Umari

2. Domisili : Madinah, Saudi Arabia

3. Pendidikan:
S-1 Fakultas Syariah, Universitas Islam Madinah
S-2 Fakultas Dakwah dan Ushuluddin, Universitas Islam Madinah
Sekarang sedang menempuh Program Doktoral di Fakultas Dakwah,
Universitas Islam Madinah

4. Guru-guru :
- Asy-Syaikh Muqbil bin Hadi Al-Wadi’i rahimahullah
- Asy-Syaikh Abdul Muhsin bin Hamd Al-Badr
- Asy-Syaikh Ubaid Al-Jabiri
- Asy-Syaikh Abdurrahman bin Auf Kuni
- Asy-Syaikh Muhammad bin Hadi Al-Madkhali
- Asy-Syaikh Tarhib bin Rubai’an Ad-Dausari
- Asy-Syaikh Abdussalam bin Salim As-Suhaimi
- Asy-Syaikh Abdullah bin Abdurrahim Al-Bukhari

5. Karya tulis :
- Atsar At-Taqlid Al-Madzmum ‘ala Ad-Da’wah (Thesis
Magister)
- Al-Qaulul Musaddad
- Ithaful Fudhala’ bi Fawaidi ‘Ulama min Siyar A’lamin
Nubala’
- Mulahadzat ‘ala Siyar A’lamin Nubala
- Shafwatu Ushulil Fiqih Al-Muntakhabah min Mukhtashar
At-Tahrir

(Sumber : Panitia Daurah)

KPR Bank

Tanya: Assalamu’alaykum ustadz ana mau tanya: bagaimanakah cara untuk bertobat dari dosa riba,(dalam hal ini proses KPR/Keredit Kepemilikan Rumah melalui Bank) sementara untuk saat ini belum ada kemampuan untuk melunasi sisa hutang tersebut?Jazakumullahu khairan. “Abu Arfa” <lan_6186@yahoo.com> Jawab: KPR melalui bank bukanlah riba, tapi dia termasuk dalam kategori bai’ul murabahah lil amiri bisy syira`, dimana pihak bank membeli rumah [...]

Biografi Syaikh Abdullah bin Mar’i Al ‘Adni

Biografi Syaikh Abdullah bin Mar’i Al ‘Adni

Biodata beliau:
Nama: Abdullah bin Umar bin Mar’i bin Bariik Al Adeni
Kunyah: Abu Abdirrahman
Tempat dan Tanggal Lahir: Al Manshurah - Aden, pada hari Selasa tanggal 27 Syawwal 1389 H

Keluarga beliau:
Syaikh Abdullah menikah di Kerajaan Saudi Arabia, Allah subhanahu wa ta’ala memberikan kepada beliau seorang istri yang shalihah, seorang pengajar dan mustafidah. Allah subhanahu wa ta’ala pun menganugerahkan tujuh orang anak yang terdiri dari empat putra dan tiga orang putri. Adapun putra beliau adalah:

1. Abdurrahman, kunyah Syaikh diambil dari nama putra beliau ini.
2. Umar
3. Muhammad
4. Abdullah, ini yang paling bungsu.

Proses Beliau Menuntut Ilmu:

Beliau mulai belajar pada tahun 1406 H -bertepatan dengan tahun 1986 M-, dengan menghapal Al Quran dan menyetorkan hapalannya kepada Syaikh Muhammad At Ta’zi rahimahullah di Aden. Beliau mengkhatamkan Al Quran di hadapan Syaikh At Ta’zi sebanyak dua kali. Di masa itu beliau juga belajar kitab-kitab bagi pemula dalam bidang aqidah, fiqh, hadits, dan bahasa Arab. Beliau menyempurnakan hapalan Al Quran beliau di tahun 1409 H.

Beliau kemudian menetap di bumi Dammaj tahun 1408 dan bermulazamah kepada Syaikh Al Muhaddits Muqbil bin Hadi Al Wadi’i -rahimahullah-. Beliau belajar Shahih Al Bukhari, Shahih Muslim, Tafsir Ibnu Katsir, dan pelajaran lainnya kepada Syaikh Muqbil. Dan dahulu Syaikh Muqbil Al Wadi’i -rahimahullah- mengadakan pelajaran Kitab Tauhid karya Ibnu Khuzaimah.

Syaikh Abdullah juga bertemu para penuntut ilmu senior pada masa itu, di antaranya Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab Al Washabi -hafizhahullah-. Beliau belajar Aqidah Ath Thahawiyah dari Syaikh Al Washabi.

Syaikh Abdullah pun kemudian safar ke bumi Haramain di bulan Ramadhan tahun 1412 H -bertepatan tahun 1992 H- di mana beliau menuntut ilmu secara langsung kepada para ulama senior di berbagai tempat.

Yang Pertama: Di Al Qasim dan Riyadh

1. Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin rahimahullah. Beliau bermulazamah dari tahun 1412 H selama empat setengah tahun sampai beliau pindah. Beliau mengikuti pelajaran khusus dalam pembahasan kitab Al Hamawiyah dan At Tadmuriyah serta Syarah Syaikh Ibnu Utsaimin terhadap kitab An Nawawiyah, Qawa’id An Nuraniyah, Naqdut Tablis Al Jahmiyah, As Shawaiqul Mursalah dan yang selainnya.

Syaikh Abdullah senantiasa bersemangat dalam mengisi waktu. Di waktu libur dan ketika pelajaran kosong di pagi hari dan ba’da isya beliau talaqqi, menimba ilmu dari para Syaikh lainnya, di antaranya:

1. Syaikh Al Faqih -ahli sastra dan bahasa- Abu Shalih Abdullah bin Shalih Al Falih. Beliau membacakan kitab matan sharf, di antaranya Al Asaas wal Bina, At Tashrif karya Az Zunjani, serta At Tashrif karya Muhyiddin Abdul Hamid, dan kitab Syadzal Araf. Dan di dalam ilmu Nahwu beliau belajar Al Qathr, Asy Syudzur serta Ibnu Aqil, serta sekumpulan kitab dalam bidang adab seperti Syarh Adab Al Katib dan yang selainnya.

2. Samahatus Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baaz rahimahullah. Syaikh Abdullah menghadiri sebagian pelajaran Syaikh Bin Baaz di Riyadh dan bertanya tentang sebagian permasalahan. Hal ini beliau lakukan di hari Kamis, Jumat dan hari-hari libur.

3. Syaikh Abdullah Al Ghudayyan. Beliau mengikuti sebagian pelajaran ilmu ushul, dan beragam pembahasan ushuliyah.

4. Syaikh Muhammad bin Sulayman Al Alith. Beliau belajar kitab-kitab aqidah dan syarah Kitab Tauhid seperti Qurratul Uyun, At Taisir, Darun Nadhid, Al Qaulus Sadiid, Hasyiyah Ibnul Qasim dan yang selainnya. Dan demikian juga, beliau belajar Majmu Ibnu Rumaih, Kasyfu Syubuhat, Al Haiyah, banyak dari matan-matan akidah dari Syaikh Al Alith. Dan juga kumpulan pelajaran tauhid dalam risalah-risalah para imam Negeri Najd dalam bidang akidah, serta syarah- syarah kitab Al Wasithiyah dan yang selainnya.

5. Syaikh Muhammad bin Shalih Al Manshur, beliau belajar kitab Al Hamawiyah, At Tadmuriyah, At Tanbihaat As Saniyah, dan Syarah-syarah Kitab Al Wasithiyah, Ad Durratul Mudhi’ah fis Safariniyah, At Taiyah karya Syaikhul Islam dengan syarh As Sa’di, Al Qawaid Al Fiqhiyah, serta risalah-risalah Syaikhul Islam seperti At Tawassul, Wasilah Al ‘Ubudiyah dan yang selainnya dari Syaikh Al Manshur.

6. Syaikh Abdullah Al Qar’awy, imam Jami’ Al Kabir di Buraidah. Beliau belajar sekumpulan risalah tauhid kepada Syaikh Al Qar’awy.

7. Syaikh Shalih bin Fauzan Al Fauzan, beliau belajar sejumlah durus.

Yang kedua, Para Masyaikh kota Madinah, yang paling terkenal di antara mereka:

1. Syaikh Muhammad bin Aman Al Jaami. Beliau belajar ta’liq Syaikh Al Jami terhadap Syarah Aqidah Al Wasithiyah Al Harras di Al Haram Al Madani.

2. Syaikh Rabi’ bin Hadi Al Madkhali, beliau mendapatkan pelajaran sebagian kitab-kitab sunan di dalam dars ‘am (pelajaran umum).

3. Syaikh Abdul Muhsin bin Hamd Al Abbad, beliau belajar Syarh terhadap Sunan An Nasa’i dan sebagian pelajaran Sunan Abu Daud di Al Haram Al Madani

4. Syaikh ‘Athiyah Muhammad Salim, beliau belajar kitab Al Muwatha’ di Al Haram Al Madani

5. Syaikh Zaidan Asy Syinqithi, beliau belajar ushul fiqh di Al Haram Al Madani.

6. Syaikh Umar bin Abdul Jabbar, beliau belajar kitab Al Kawakib Al Munir di Masjid Universitas Islam Madinah.

7. Syaikh Ubaid bin Abdillah Al Jaabiri.

Yang Ketiga, Masyaikh Makkah:

1. Gurunya Syaikh Muqbil bin Hadi rahimahullah yaitu Syaikh Muhammad bin Abdillah As Shumali. Beliau belajar kitab ‘Ilal Ibni Madini, ilmu musthalah, serta beragam bab dari Shahih Al Bukhari.

2. Syaikh Muhammad Ath Thayyib bin Ahmad Al Maghribi Al Ja’fari, beliau belajar ushul fiqih dan beragam bab fiqih.

3. Syaikh Muhammad Al Khadr Dhayfullah Al Jakni Asy Syinqithi, beliau belajar bahasa Arab dan sebagian ilmu mantiq.

4. Syaikh Muhammad bin Shalih At Tanbakti Al Mali, beliau belajar Syarah Ibnu Aqil.

5. Syaikh Muhammad bin Syaikh Ali bin Adam Al Atsiyubi Al Walwy. Beliau belajar Sunan At Tirmidzi, ‘Ilal Ibnu Rajab dan Nazham beliau dalam nama-nama Mudallis.

Beliau juga belajar dari para ulama lainnya yang beliau temui dalam sebagian majelis seperti Al Allamah Al Muhaddits Muhammad Nashiruddin Al Albani. Beliau hadir di sebagian pelajaran Syaikh Al Albani pada tahun 1410 di Makkah dan Jeddah.

Cukup bagimu ijazah-ijazah yang beliau -semoga Allah menjaganya- peroleh dari sebagian masyaikh yang beliau enggan untuk kami ketahui,. Semoga Allah subhanahu wata’ala memberikan barakah kepada diri dan ilmu beliau, serta kepada para ulama, masyaikh, dan para dai ahlussunnah secara keseluruhan.

Diterjemahkan dari http://daralhadeeth-sh.com/pageother.php?catsmktba=103
http://ulamasunnah.wordpress.com/2010/01/15/biografi-syaikh-abdullah-bin-mar%E2%80%99i-al-adeni/

(Dikutip dari http://www.darussalaf.or.id/stories.php?id=1696)

Hukum Profesi Marketing/Sales dan Memberikan “Promosi” kepada customer

Bismillah. Ustadz, saya ingin menanyakan suatu profesi yang berhubungan dengan merketing atau promosi suatu produk, dimana dalam promosi tersebut melakukan strategi merketing seperti: - Memberikan sejumlah uang - Memberikan bingkisan berupa buah, kue, dll kepada customer / pelanggan dengan tujuan pelanggan tersebut membeli produk yang kita promosikan tersebut. Bagaimanakah hukumnya profesi tersebut menurut syariat? Mohon nasehat Ustadz dalam masalah ini. Atas [...]

Siapakah ‘Ulama dan Apa Hak-hak Mereka


Berikut adalah dauroh bersama Al Ustadz Usamah Faishol Mahri membahas tema “Siapakah ‘Ulama dan Apa Hak-hak Mereka” yang bertempat di Masjid Ma’had Al Anshor Jogja tanggal 24 Januari 2010.

Berikut link untuk mendowload kajiannya :

· Siapakah ‘Ulama dan Apa Hak-hak Mereka_01|12,5MB|Download

· Siapakah ‘Ulama dan Apa Hak-hak Mereka_02|12,2MB|Download

Untuk mendownload, dengan meng-klik kiri pada kata Download.

emimpin yang Harus Ditaati|MP3 Format Sound|2,67MB|Download

Seputar Valentines’s Day (Fatwa-Fatwa Ulama Dalam Menyikapinya)

Saudara pembaca, semoga Allah subhanahu wa ta’ala memberikan hidayah kepada kita semua.. Jauh dari ilmu agama dan cinta terhadap dunia beserta [...]

SEPUTAR VALENTINE’S DAY

Buletin Islam AL ILMU Edisi: 8/II/VIII/1431

SEPUTAR VALENTINE’S DAY

(Fatwa-fatwa Ulama dalam Menyikapinya)

Saudara pembaca, semoga Allah subhanahu wa ta’ala memberikan hidayah kepada kita semua..

Jauh dari ilmu agama dan cinta terhadap dunia beserta segenap perhiasannya, adalah dua sebab mendasar yang membuat kaum muslimin semakin jauh dari agamanya. Di sisi lain arus deras dari kebudayaan barat (baca: kafir) terus merongrong umat ini, dengan embel-embel modernisasi, intelektual, aspiratif, dan lain sebagainya. Sehingga membuat segala sesuatunya (cara makan, gaya busana, pola hidup bermasyarakat, bahkan dalam berpolitik), baik atau tidaknya diukur dari budaya barat.

Dalam kondisi seperti inilah umat Islam yang ’semakin minder’ dengan agamanya sangat mudah dipengaruhi, diombang-ambingkan, ikut-ikutan semata, bagaikan asap yang terbang mengikuti arah angin berhembus. Valentine’s Day misalnya, tidak sedikit dari kaum muslimin terkhusus kalangan remajanya ikut larut dalam perayaan ini, meski tidak tahu-menahu hakikat sebenarnya dari perayaan tersebut (lihat Al-Ilmu edisi 6/ II/ VII/ 1430).

Risalah ini kami tujukan kepada para muda-mudi umat Islam yang masih sayang pada dirinya, juga untuk para orang tua yang kelak (di yaumul akhir) akan ditanya tentang kepemimpinannya (terhadap keluarganya), juga untuk para pendidik yang masih peduli dengan adab dan akhlak anak didiknya, dan segenap kalangan yang masih mencintai Islam ini sebagai agamanya.

Berikut ini kami sampaikan fatwa-fatwa ulama Ahlus Sunnah berkaitan dengan Valentine’s Day.

Fatwa Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-’Utsaimin.

Beliau ditanya: Telah banyak tersebar baru-baru ini perayaan Valentine’s Day (’Idul Hubb) -terkhusus di kalangan pelajar putri- itu merupakan salah satu hari raya orang-orang Kristen. Pada hari itu mode dan pakaian serba merah semua, baik pakaian maupun sepatu. Mereka saling tukar/menghadiahkan bunga berwarna merah. Kami mohon penjelasan tentang hukum perayaan seperti ini, dan bimbingan untuk kaum muslimim dalam permasalahan ini? Semoga Allah senantiasa menjaga dan memelihara anda.

Jawaban: Merayakan Valentine’s Day dilarang karena beberapa sebab:

1.   Hal tersebut merupakan perayaan bid’i (yang diada-adakan) tidak ada dasarnya dalam syari’ah.

2.   Dapat mengantarkan kepada kecintaan dan birahi.

3.   Hal tersebut menyebabkan sibuknya hati dengan perkara-perkara yang rendah dan menyelisihi bimbingan as-salafush shalih radhiyallaahu’anhum.

Maka tidak diperbolehkan pada hari tersebut melakukan syi’ar-syi’ar hari raya Valentine’s Day sedikit pun, baik dalam hal makanan, minuman, pakaian, saling memberi hadiah, dan yang lainnya. Wajib atas setiap muslim untuk merasa mulia dengan agamanya dan tidak bersikap oportunis dengan gampang mengikuti setiap seruan.

Saya mohon kepada Allah subhanahu wa ta’ala agar melindungi kaum muslimin dari setiap fitnah yang nampak maupun yang tersembunyi, dan agar Dia melindungi kami dengan perlindungan dan taufiq-Nya.

[Majmu’ Fatawa wa Rasail ibni ‘Utsaimin XVI/124]

Fatwa Al-Lajnah Ad-Da`imah Lil Buhutsil ‘Ilmiyyah wal Ifta` (Komite Tetap Untuk Riset Ilmiah dan Fatwa Kerajaan Saudi Arabia)

Lajnah ditanya: Pada tanggal 14 Februari setiap tahun masehi sebagian orang merayakan hari kasih sayang yang dikenal dengan Valentine’s Day. Pada hari itu mereka saling memberi hadiah bunga mawar merah, memakai baju merah, dan saling memberikan ucapan selamat. Demikian juga pabrik-pabrik permen, membuat permen dengan warna merah dan membuat gambar hati padanya. Tidak ketinggalan juga sebagian toko mempromosikan barang-barang khas hari tersebut. Bagaimana pendapat anda:

1.   Merayakan hari tersebut?

2.   Membeli dari toko-toko pada hari tersebut?

3.   Para pemilik toko yang tidak ikut merayakan hari tersebut tetapi menjual kepada orang yang hendak membeli hadiah pada hari tersebut?

Jazaakumullahu khairan (semoga Allah subhanahu wa ta’ala membalas anda semua dengan kebaikan)

Jawaban: Dalil-dalil yang tegas dari Al-Qur’an dan As-Sunnah, sekaligus kesepakatan para Salaful Ummah, bahwa hari raya dalam Islam hanya ada dua, yaitu hari raya ‘Idul Fitri dan ‘Idul Adha. Adapun hari raya selain kedua hari tersebut, baik perayaan berkenaan dengan seseorang, kelompok, peristiwa, atau makna apapun, maka itu merupakan hari raya yang diada-adakan dalam agama. Tidak boleh bagi pemeluk agama Islam untuk merayakannya, menyetujuinya, ataupun menampakkan kegembiraan terhadap hari tersebut, serta tidak boleh pula membantu (perayaan tersebut) sedikitpun. Karena perbuatan tersebut termasuk melanggar batasan-batasan Allah subhanahu wa ta’ala, dan barang siapa yang melanggar batasan-batasan Allah subhanahu wa ta’ala maka dia telah menzhalimi dirinya sendiri. Berikutnya, disamping ia perayaan yang diada-adakan dalam agama, ia juga merupakan hari rayanya orang kafir, maka itu dosa di atas dosa. Karena pada perbuatan tersebut terdapat unsur tasyabbuh (penyerupaan) dengan orang-orang kafir dan loyalitas kepada mereka.

Sungguh Allah subhanahu wa ta’ala telah melarang kaum mukminin dari perbuatan tasyabbuh dengan orang-orang kafir dan Allah subhanahu wa ta’ala juga melarang kaum muslimin dari berloyalitas kepada mereka dalam kitab-Nya yang mulia.

Telah pasti bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ

Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk dari golongan mereka.” [HR. Abu Dawud no. 4031, Ahmad II/50]

Valentine’s Day termasuk jenis yang dimaksudkan di atas, karena ia termasuk hari raya watsaniyyah (paganisme/para penyembah berhala) nashraniyyah. Maka tidak diperbolehkan bagi seorang muslim yang telah menyatakan diri beriman kepada Allah subhanahu wa ta’ala dan hari akhir untuk ikut merayakan hari raya tersebut, atau menyetujuinya, atau turut mengucapkan selamat. Sebaliknya, wajib atasnya untuk meninggalkan dan menjauhinya dalam rangka memenuhi perintah Allah subhanahu wa ta’ala dan Rasul-Nya, serta menjauhi sebab-sebab yang mendatangkan kemurkaan dan adzab Allah subhanahu wa ta’ala.

Demikian juga haram atas seorang muslim untuk turut membantu/berpartisipasi pada hari perayaan tersebut ataupun hari raya kafir/bid’ah terlarang lainnya, dalam bentuk apapun, baik makanan, minuman, jual beli, produksi, hadiah, kartu-kartu ucapan selamat, iklan, atau yang lainnya. Karena itu semua merupakan bentuk kerja sama dalam perbuatan dosa dan permusuhan, serta bentuk kemaksiatan kepada Allah subhanahu wa ta’ala dan Rasul-Nya.

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَى وَلاَ تَعَاوَنُوا عَلَى الإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ

Tolong menolonglah kalian di atas kebaikan dan ketakwaan, dan janganlah kalian tolong menolong dalam dosa dan permusuhan. Bertakwalah (takutlah) kalian kepada Allah, karena sesungguhnya Allah Maha Keras adzab-Nya.” (Al-Maidah: 2)

Wajib atas setiap muslim untuk berpegang teguh dengan Al-Qur’an dan As-Sunnah dalam semua kondisinya, terutama ketika fitnah dan kerusakan banyak bermunculan. Wajib atasnya untuk jeli berpikir dalam rangka waspada dari terjatuh dalam kesesatan umat yang dimurkai (Yahudi) dan umat yang tersesat (Nashrani), dan orang fasik yang tidak percaya akan kebesaran Allah subhanahu wa ta’ala dan tidak peduli sama sekali terhadap Islam. Wajib atas setiap muslim untuk kembali kepada Allah subhanahu wa ta’ala dengan memohon hidayah-Nya dan keteguhan diri di atasnya. Karena sesungguhnya tidak ada yang memberi hidayah dan mengokohkannya kecuali Allah subhanahu wa ta’ala.

Wabillahi taufiq, washallallahu ‘ala nabiyyina muhammad wa’ala alihi wa sallam.

[Fatwa No. 21203]

Fatwa ini ditandatangani oleh: Asy-Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin ‘Abdillah Alu Asy-Syaikh (Ketua), Asy-Syaikh Bakr Abu Zaid (Anggota), Asy-Syaikh Shalih Al-Fauzan (Anggota), dan Asy-Syaikh ‘Abdullah bin Ghudayyan (Anggota).

Mengapa Kaum Muslimin Tidak Boleh Merayakan Valentine’s Day?

Sebagian kaum muslimin yang ikut merayakannya mengatakan bahwa Islam juga mengajak kepada kecintaan dan kedamaian. Dan Hari Kasih Sayang adalah saat yang tepat untuk menyebarkan rasa cinta di antara kaum muslimin. Sehingga apa yang menghalangi untuk merayakannya?

Jawaban terhadap pernyataan ini dari beberapa sisi:

1.   Hari Raya Dalam Islam Telah Ditentukan

Hari raya dalam Islam adalah ibadah untuk mendekatkan diri kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Hari raya merupakan salah satu syi’ar yang sangat agung. Sedangkan dalam Islam, tidak ada hari raya kecuali hari Jum’at, Idul Fithri, dan Idul Adha. Perkara ibadah harus ada dalilnya. Tidak boleh seseorang membuat hari raya sendiri yang tidak disyariatkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala dan Rasul-Nya.

Berdasarkan hal ini, perayaan Hari Kasih Sayang ataupun selainnya yang diada-adakan adalah perbuatan mengada-adakan (bid’ah) dalam agama, menambahi syariat, dan bentuk koreksi terhadap Allah subhanahu wa ta’ala, Dzat yang menetapkan syariat.

2.   Tasyabbuh Terhadap Orang-orang Kafir.

Perayaan Hari Kasih Sayang merupakan bentuk tasyabbuh (menyerupai) bangsa Romawi paganis, juga menyerupai kaum Nashrani yang meniru mereka (Romawi), padahal ini tidak termasuk (amalan) agama mereka. Ketika seorang muslim dilarang menyerupai kaum Nashrani dalam hal yang memang termasuk agama mereka, maka bagaimana dengan hal-hal yang mereka ada-adakan dan mereka menirunya dari para penyembah berhala?

Seorang muslim dilarang menyerupai orang-orang kafir -baik penyembah berhala atau ahli kitab- baik dalam aqidah, ibadah, maupun dalam adat yang menjadi kebiasan, akhlak, dan perilaku mereka. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

وَلاَ تَكُونُوا كَالَّذِينَ تَفَرَّقُوا وَاخْتَلَفُوا مِنْ بَعْدِ مَا جَاءَهُمُ الْبَيِّنَاتُ وَأُولَئِكَ لَهُمْ عَذَابٌ عَظِيمٌ

Dan janganlah kalian menyerupai orang-orang yang bercerai-berai dan berselisih sesudah datang keterangan yang jelas kepada mereka. Mereka itulah orang-orang yang mendapat siksa yang berat.” (Ali-’Imran: 105)

Dan juga Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

أَلَمْ يَأْنِ لِلَّذِينَ آَمَنُوا أَنْ تَخْشَعَ قُلُوبُهُمْ لِذِكْرِ اللَّهِ وَمَا نَزَلَ مِنَ الْحَقِّ وَلاَ يَكُونُوا كَالَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ مِنْ قَبْلُ فَطَالَ عَلَيْهِمُ الأَمَدُ فَقَسَتْ قُلُوبُهُمْ وَكَثِيرٌ مِنْهُمْ فَاسِقُونَ

“Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk tunduk hati mereka mengingat Allah dan kepada kebenaran yang telah turun (kepada mereka)? Dan janganlah mereka seperti orang-orang yang sebelumnya Telah diturunkan Al Kitab kepadanya, Kemudian berlalulah masa yang panjang atas mereka lalu hati mereka menjadi keras. Dan kebanyakan di antara mereka adalah orang-orang yang fasik.(Al-Hadid: 16)

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ

Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum maka dia termasuk dari golongan mereka.” [HR. Abu Dawud no. 4031, Ahmad II/50]

Tasyabbuh terhadap orang kafir dalam perkara agama mereka -diantaranya adalah Hari Kasih Sayang- lebih berbahaya daripada menyerupai mereka dalam hal pakaian, adat, atau perilaku. Karena agama mereka tidak terlepas dari tiga hal: yang diada-adakan, atau yang telah dirubah, atau yang telah dihapuskan hukumnya (dengan datangnya Islam). Sehingga tidak ada sesuatupun dari agama mereka yang bisa menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah subhanahu wa ta’ala.

3.   Perayaan Kasih Sayang Untuk Semua Manusia.

Tujuan perayaan Hari Kasih Sayang pada masa ini adalah menyebarkan kasih sayang di antara manusia seluruhnya, tanpa membedakan antara orang yang beriman dengan orang kafir. Hal ini menyelisihi agama Islam. Hak orang kafir yang harus ditunaikan kaum muslimin adalah bersikap adil dan tidak menzhaliminya. Dia juga berhak mendapatkan sikap baik dengan syarat; tidak memerangi atau membantu memerangi kaum muslimin. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

لاَ يَنْهَاكُمُ اللَّهُ عَنِ الَّذِينَ لَمْ يُقَاتِلُوكُمْ فِي الدِّينِ وَلَمْ يُخْرِجُوكُمْ مِنْ دِيَارِكُمْ أَنْ تَبَرُّوهُمْ وَتُقْسِطُوا إِلَيْهِمْ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُقْسِطِينَ

Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil.(Al-Mumtahanah: 8)

Bersikap adil dan baik terhadap orang kafir tidaklah berkonsekuensi mencintai dan berkasih sayang dengan mereka. Allah subhanahu wa ta’ala bahkan memerintahkan untuk tidak berkasih sayang dengan orang kafir dalam firman-Nya:

لاَ تَجِدُ قَوْمًا يُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآَخِرِ يُوَادُّونَ مَنْ حَادَّ اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَلَوْ كَانُوا آَبَاءَهُمْ أَوْ أَبْنَاءَهُمْ أَوْ إِخْوَانَهُمْ أَوْ عَشِيرَتَهُمْ

Kamu tidak akan mendapati kaum yang beriman pada Allah dan hari akhirat, saling berkasih-sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, sekalipun orang-orang itu bapak-bapak, atau anak-anak atau saudara-saudara ataupun keluarga mereka.” (Al-Mujadilah: 22)

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata: “Sikap tasyabbuh akan melahirkan sikap kasih sayang, cinta, dan loyalitas di dalam batin. Sebagaimana kecintaan yang ada di batin akan melahirkan sikap menyerupai.” [Al-Iqtidha’: I/490]

4.   Kasih Sayang Karena Syahwat.

Kasih sayang yang dimaksud dalam tasyabbuh ini semenjak dihidupkan oleh kaum Nashrani adalah cinta, rindu, dan kasmaran di luar hubungan pernikahan. Buahnya, tersebarnya zina dan kekejian yang karenanya pemuka agama Nashrani -pada waktu itu- menentang dan melarangnya.

Kebanyakan para pemuda muslimin merayakannya pun karena menuruti syahwat dan bukan karena keyakinan khurafat sebagaimana bangsa Romawi dan kaum Nashrani. Namun hal ini tetaplah tidak bisa menafikan adanya sikap tasyabbuh terhadap orang kafir dalam salah satu perkara agama mereka. Selain itu, seorang muslim tidak diperbolehkan menjalin hubungan cinta dengan seorang wanita yang tidak halal baginya, yang merupakan pintu menuju zina.

Wallahu ta’ala a’lam bis showab.

Artikel Terkait:

PERAYAAN VALENTINE’S DAY HARAM HUKUMNYA + Pdf

Cara yang Dapat Ditempuh Agar Menjadi Ikhlas


Berikut adalah kajian bersama Al Ustadz Abu ‘Abdirrahman Adib membahas tema “Cara yang Dapat Ditempuh agar Menjadi Ikhlas”.

Berikut link untuk mendowload kajiannya :

· Cara yang Dapat Ditempuh Agar Menjadi Ikhlas|9,32MB|Download

Untuk mendownload, dengan meng-klik kiri pada kata Download.

emimpin yang Harus Ditaati|MP3 Format Sound|2,67MB|Download

Nashihaty Lin Nisa’ – Hijab dan Menundukkan Pandangan_02


Berikut adalah kajian bersama Al Ustadz Abu ‘Umar Ibrohim membahas kitab Nashihaty Lin Nisa’ Karya Syaikhoh Ummu ‘Abdillah Al Wadi’iyah bab Hijab dan Menundukkan Pandangan.

Berikut link untuk mendowload kajiannya :

· Menundukkan Pandangan bagi Laki-laki|5,36MB|Download

· Manfaat Menundukkan Pandangan|4,87MB|Download

Untuk mendownload, dengan meng-klik kiri pada kata Download.


emimpin yang Harus Ditaati|MP3 Format Sound|2,67MB|Download

Keutamaan Al Qur’an


Berikut adalah kajian bersama Al Ustadz ‘Abdul Mu’thi Al Maidany membahas  kitab Kitabulloh wa Makanatuhu Al ‘Azhimah  “Al Qur’an dan Kedudukannya yang Mulia” karya Asy Syaikh ‘Abdul ‘Aziz Alu Syaikh.

Berikut link untuk mendowload kajiannya :

· Keutamaan Membaca Al Qur’an |5,20MB|Download

· Ikhlas dalam Membaca dan Menghafal Al Qur’an| 6,07MB|Download

Untuk mendownload, dengan meng-klik kiri pada kata Download.

emimpin yang Harus Ditaati|MP3 Format Sound|2,67MB|Download

Ushulus Sittah – Landasan Kedua


Berikut adalah kajian bersama Al Ustadz Hamzah Rifa’i membahas kitab Ushulus Sittah Syarah Syaikh ‘Utsaimin pada Bab Landasan Kedua dari Enam Landasan Utama.

Berikut link untuk mendowload kajiannya :

· Landasan Kedua_01|5,18MB|Download

· Landasan Kedua_02|5,29MB|Download

Untuk mendownload, dengan meng-klik kiri pada kata Download.

emimpin yang Harus Ditaati|MP3 Format Sound|2,67MB|Download

Kejelekan-kejelekan Harta

Penulis: Al-Ustadz Zainul Arifin Al-Imam Sufyan Ats-Tsauri rahimahullahu berkata: ‘Isa bin Maryam ‘alaihissalam bersabda: “Cinta dunia adalah pangkal segala kesalahan, dan pada harta terdapat penyakit yang sangat banyak.” Beliau ditanya: “Wahai ruh (ciptaan) Allah, apa penyakit-penyakitnya?” Beliau menjawab: “Tidak ditunaikan haknya.” Mereka menukas: “Jika haknya sudah ditunaikan?” Beliau menjawab: “Tidak selamat dari membanggakannya dan menyombongkannya.” Mereka menimpali: “Jika [...]

Jadwal Siaran Jum’at, 5 Februari 2010/ 21 Shofar 1431

Berat kalimat Laa ilaaha illa Allah melebihi 7 langit, 7 bumi, dan segala penghuninya pada timbangan di hari kiamat

Dari Abu Sa’id Al Khudry, dari Rasulullah bersabda, “Berkata Musa, Wahai Rabb-ku, ajarkanlah kepadaku sesuatu yang aku senantiasa menyebut-Mu dengannya, dan aku berdoa kepada-Mu dengan hal tersebut”, jawab Allah terhadap Musa, “Katakanlah wahai Musa, Laa ilaaha illa Allah”, kata Musa, “Wahai Rabb-ku, semua hamba-mu bisa mengucapkan kalimat ini”, jawab Allah, “Wahai Musa, kalau sekiranya tujuh [...] Related posts:
  1. Allah Mengharamkan Api Neraka Untuk Yang Mengucapkan Kalimat Syahadat Dengan Benar Dari ‘Itban bin Malik, Rasulullah bersabda, “Maka sesungguhnya Allah mengharamkan...
  2. Dua Kalimat Syahadat, Nabi Isa, Syurga, Neraka Dari sahabat Ubadah bin Shamit, telah bersabda Rasulullah Shalallahu’alaihi wasalam,...
  3. Pertanyaan Pada Hari Kiamat Berikut khutbah Jumat yang disampaikan oleh Al Ustadz Dzulqarnain, dapat...
Related posts brought to you by Yet Another Related Posts Plugin.

[info-daurah] Muhadharah Ulama Ahlus Sunnah 1431H

بسم الله الرحمن الرحيم

Tema : Safari Da'wah Bersama Ulama Ahlus Sunnah
Pembicara : Asy Syaikh Abdullah Al Mar'i dan Asy Syaikh Muhammad Ghalib
Tempat : Ngawi (Jatim), Denpasar (Bali), Balikpapan, Makassar, Ambon, Jakarta, Medan.
Tanggal : 13-21 Februari 2010


Berikut informasi lengkap jadwal muhadharah di masing-masing kota.

1. Waktu : Sabtu / 13 Februari 2010
Tempat : Masjid Agung Ngawi, Jatim
Kontak Person : 0899 3591 222, 0813 5950 6000

2. Waktu : Ahad / 14 Februari 2010
Tempat : Masjid Raya Ukhuwah, Jl Kalimantan, Denpasar, Bali
Kontak Person : 0852 3746 3117

3. Waktu : Selasa / 16 Februari 2010
Tempat : Masjid Zaadul Ma'ad, PP Ibnul Qoyyim, Balikpapan
Kontak Person : 0542 86171, 0813 5017 8107

4. Waktu : Rabu / 17 Februari 2010
Tempat : Makassar (belum dapat kepastian)
Kontak Person : 0815 2464 5041

5. Waktu : Kamis / 18 Februari 2010
Tempat : Masjid Abu Bakar Shiddiq, Komplek Muhajirin, Kebun Cengkih, Ambon
Kontak Person : 0813 4344 5858, 0815 2726 8065

6. Waktu : Sabtu / 20 Februari 2010
Tempat : Masjid Al I'tisham, Jl. Jendral Sudirman, Jakarta
Kontak Person : 021 9828 12630, 0816 1996 634, 0811 916 896

7. Waktu : Ahad / 21 Februari 2010
Tempat : Medan (belum dapat kepastian)
Kontak Person : 0813 9695 8484

Insya Allah daurah ini disiarkan secara online lewat Paltalk, Room Religion & Spirituality - Islam - Salafiyyin, nickname salafiyyin

(Petunjuk http://www.salafy.or.id/upload/paltalk.zip )

Demikian informasi ini semoga bermanfaat